Stadium Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Stadium Penyakit Gagal Ginjal Kronis-www.sahuta.com. Stadium Penyakit gagal ginjal kronis menunjukkan tingkat kerusakan dan tingkat keparahan dari gagal ginjal kronis. Stadium penyakit gagal ginjal kronis diperoleh berdasarkan hasil  skor eGFR yang diperoleh. Laju filtrasi glomerulus atau glomerular filtration rate (FGR) adalah pengukuran untuk mengetahui seberapa baik ginjal bekerja. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kotoran yang berhasil disaring oleh ginjal dari darah.

Angka normal saringan kotoran darah per menit adalah 90-120  ml/menit. Semakin tinggi angka eFGR maka semakin baik tingkat kesehatan ginjal. Namun, semakin rendah angka laju eFGR akan menunjukkan tingkat kerusakan ginjal yang sudah terjadi. Metode yang digunakan adalah dengan menghitung kadar kreatinin dalam sampel darah. Angka laju ini akan dihitung berdasarkan umur, jenis kelamin, dan etnis.

stadium penyakit gagal ginjal kronis

stadium penyakit gagal ginjal kronis

Stadium Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis dibagi atas 6 stadium, yaitu: gagal ginjal stadium 1, gagal ginjal stadium 2, gagal ginjal stadium 3, gagal ginjal stadium 4, gagal ginjal stadium 5, dan gagal ginjal stadium 6 atau permanen.

Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 1

Hasil eFGR normal, yaitu di atas 90. Namun, berdasarkan tes terdapat kerusakan pada ginjal. Hasil tes bisa jadi menunjukkan adanya peradangan pada ginjal atau adanya darah dalam urin (hematuria)

Baca juga:

Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 2

Hasil EFGR mengalami penurunan yaitu berada di angka 60-89 ml/menit.  Ditemukan adanya kerusakan atau gangguan pada ginjal.  Pada penderita eFGR dengan angka yang sama, namun tidak ditemukan adanya kerusakan ginjal, maka dianggap tidak mengalami gagal ginjal kronis.

Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 3

Hasil eFGR menunjukkan angka 30-59 ml/menit. Pada kondisi ini ditemukan adanya penurunan fungsi ginjal yang ringan. Pada tahap ini diperlukan pemeriksaan ginjal secara berkala.

Penyakit Gagal ginjal stadium 3 masih dibagi atas gagal ginjal stadium 3a dan gagal ginjal stadium 3b. pada stadium 3a  laju eFGR adalah 45-59 ml/menit. Terjadi penurunan fungsi ginjal ringan, sehingga harus diadakan pemeriksaan setiap tahun.

Pada stadium 3b laju eFGR adalah 30-44. Terjadi penurunan fungsi ginjal parah sehingga harus diadakan pemeriksaan ginjal berkala setiap enam bulan sekali.

stadium penyakit gagal ginjal kronis

stadium penyakit gagal ginjal kronis

Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 4

Laju eFGR adalah 15-29 ml/menit. Pasien sudah mengalami gejala gagal ginjal kronis. Kondisi ini membuat ginjal harus terus dipantau dan diperiksa setiap enam bulan.

Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5

Laju eFGR adalah dibawah 15 ml/menit. Kondisi ini sudah masuk level gagal ginjal, karena ginjal telah mengalami kehilangan seluruh fungsinya. Pemeriksaan ginjal secara berkala harus dilakukan tiap tiga bulan sekali.

Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 6

Penyakit gagal ginjal kronis tahap akhir. Pada kondisi ini, ginjal sudah berhenti bekerja dan dapat mengancam keselamatan hidup. Kondisi gagal ginjal tahap akhir terjadi secara perlahan, setelah melalui proses waktu tertentu.

stadium penyakit gagal ginjal kronis

stadium penyakit gagal ginjal kronis

Stadium Penyakit Gagal Ginjal Kronis Harapan Kesembuhan

Stadium penyakit gagal ginjal kronis berbicara tentang tingkat keparahan penyakit gagal ginjal kronis. Tetapi, stadium penyakit gagal ginjal kronis juga berbicara tentang fokus pengobatan dan harapan kesembuhan. Masih ada harapan kesembuhan untuk penyakit gagal ginjal kronis. Harapan kesembuhan ini masih tetap ada, selagi kita mau berjuang, berdoa dan berharap kepada Tuhan sembari melakukan pengobatan penyakit gagal ginjal kronis secara rutin.

Kisah kesembuhan dari penyakit gagal ginjal kronis sebagaimana yang dialami oleh Ibu Nazuah adalah contoh nyata akan kesembuhan dari penyakit gagal ginjal kronis. Ibu Nazuah mengalami kesembuhan setelah minum obat herbal alami Penyakit gagal ginjal kronis. (Ditulis oleh Bertinus Sijabat-www.sahuta.com)

Sumber: alodokter.com dan sahuta.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *