Penyebab Kanker Ovarium

Jogjakarta-sahuta.com. Penyebab kanker ovarium secara pasti belum diketahui hingga saat ini. Namun, beberapa resiko penyebab kanker ovarium telah diduga sebagai masalah yang mengakibatkan terjadinya kanker ovarium.

Kanker ovarium adalah sel-sel abnormal yang tumbuh secara tidak terkendalikan di organ ovarium wanita. Akibatnya, terjadi gangguan pada ovarium yang menyebabkan terganggunya produksi hormon estrogen, progesteron, dan sel telur.

Penyebab kanker ovarium dapat dibedakan menjadi 2 bagian utama. Pertama, penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan. Dan, kedua, penyebab kanker ovarium yang tidak dapat dikendalikan.

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan diantaranya adalah pemakaian obat yang berlebihan, penggunaan obat kesuburan dalam jangka panjang, dan pemakaian bedak bayi pada organ kewanitaan. Tidak hanya itu saja, penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan juga adalah kebiasaan merokok, obesitas, kebiasaan kurang gerak, kurang makan buah dan sayuran.

Penyebab penyakit kanker ovarium yang tidak dapat dikendalikan diantaranya adalah faktor genetik dan faktor riwayat pernah terdiagnosa kanker. Pada artikel kesehatan ini, kita akan menyampaikan pengetahuan tentang penyebab kanker ovarium.

Pemakaian Obat Secara berlebihan

Pemakaian obat secara berlebihan di duga turut bertanggungjawab atas serangan kanker ovarium. Jadi, alangkah bijaksana jika kita menghindari konsumsi obat dalam jangka panjang. Dosis obat kimia yang digunakan harus sesuai dengan yang diberikan oleh dokter yang memberikan resep. Hal ini agar anda bisa terhindar dari efek samping pemakaian obat jangka panjang, termasuk adanya ancaman kanker ovarium.

Pemakaian Obat Kesuburan 

Konsumsi obat penambah kesuburan dalam jangka waktu yang lama, juga dicurigai sebagai penyebab kanker ovarium. Jadi, hindari pemakaian obat kesuburan dalam jangka waktu panjang.

Faktor resiko penyebab kanker ovarium waspadai

Faktor resiko penyebab kanker ovarium waspadai

Faktor Genetika

Penyebab kanker ovarium juga bisa disebabkan oleh faktor riwayat keturunan. Sekitar 10% kasus kanker ovarium terjadi akibat resiko kanker yang diwariskan atau diturunkan dari generasi sebelumnya.

Faktor Obesitas

Berat badan yang ideal akan memberikan manfaat kesehatan yang positif bagi anda. Sebaliknya, berat badan yang tidak ideal alias obesitas justru akan meningkatkan resiko kanker ovarium.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap 94.000 orang wanita usia 51 hingga 71 tahun mengungkapkan adanya kaitan antara obesitas dengan resiko kanker ovarium. Penelitian yang dilakukan selama 7 tahun menunjukkan bahwa obesitas atau kegemukan dapat meningkatkan resiko kanker ovarium.

Baca juga:

Dr Michael L Leitzman dari Lembaga Kanker Nasional Amerika Serikat (AS) di Bethesda, Maryland dan Universitas Regensburg di Jerman, menyatakan bahwa obesitas tidak baik karena akan meningkatkan resiko kanker ovarium. Sebaliknya, menjaga berat badan secara sehat akan menurunkan resiko kanker ovarium.

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab Kanker Ovarium

Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok akan meningkatkan resiko kanker secara signifikan. Gangguan menstruasi, gangguan kesuburan, dan gangguan kehamilan. Bahkan, kebiasaan rokok akan meningkatkan resiko kanker rahim, payudara, kanker rongga mulut, dan tenggorokan.

Menaburkan Bedak Di bagian Genital

Penggunaan bedak bayi untuk membersihkan organ kewanitaan juga diduga dapat menjadi penyebab kanker ovarium. Sebuah keputusan pengadilan negara bagian Missouri, Amerika Serikat, mengharuskan sebuah perusahaan ternama untuk memberikan ganti rugi atas kasus kanker ovarium yang terjadi karena penggunaan bedak bayi selama puluhan tahun di organ kewanitaannya.

Baca juga:

Hasil kajian terhadap 16 studi penelitian yang melibatkan 12.000 orang wanita di Inggris membenarkan adanya kemungkinan resiko kanker ovarium karena penggunaan bedak bayi di organ kewanitaan. Menurut hasil studi ini, penggunaan bedak bayi di organ kewanitaan akan meningkatkan resiko kanker ovarium hingga sepertiga. Studi penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat juga mengungkapkan hasil yang kurang lebih sama.

kanker ovarium dan stadium kanker ovarium

kanker ovarium dan stadium kanker ovarium

Mencuci Organ Kewanitaan Dengan Cairan pembersih

Kebiasaan mencuci organ kewanitaan dengan cairan pembersih, baik dengan cara disemprotkan maupun dengan memasukkan alat pembersih sama sekali tidak direkomendasikan bagi kesehatan anda.

Fakta menunjukkan bahwa mencuci organ kewanitaan justru dapat meningkatkan resiko kanker serviks, mengurangi kesuburan, dan kanker ovarium. Studi yang dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences mengungkapkan fakta ini.

Dengan mencuci organ kewanitaan dengan cairan pembersih berarti anda akan meningkatkan resiko kanker ovarium sebesar dua kali lipat lebih besar. Menurut Women’s Health at the U.S. Department of Health and Human Services (HHS),kondisi ini terjadi karena pemakaian cairan pembersih akan merangsang pertumbuhan bakteri berbahaya, menyebabkan infeksi, dan mendorong bakteri ke dalam rahim, saluran tuba dan ovarium.

gejala kanker ovarium masalah kesuburan (doc shutterstock)

gejala kanker ovarium masalah kesuburan (doc shutterstock)

Penyebab Kanker Ovarium kompleks

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa penyebab kanker ovarium bukan hanya bersifat tunggal, melainkan karena penyebab yang kompleks dan komplit. Oleh karena itu, penyebab kanker ovarium yang dituliskan di dalam artikel ini juga hanya sebagian dari penyebab kanker ovarium.

Kanker Ovarium Masih Dapat Disembuhkan

Menurut Dr. David Fishman, Direktur pusat kanker dan onkologi ginekologi di NewYork-Presbyterian, semua wanita berisiko kanker ovarium. Namun, kabar baiknya adalah kanker ovarium masih dapat disembuhkan, jika dapat terdeteksi sejak dini. Jadi kesadaran akan pentingnya kesehatan dengan rutin melakukan chek kesehatan adalah pilihan terbaik untuk meminimalisir resiko kanker ovarium. (Ditulis dari berbagai sumber oleh Bertinus Sijabat-www.sahuta.com)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *