Gejala Penyakit Jantung Yang Sering Diabaikan

Sahuta.com-Yogyakarta. Gejala penyakit jantung koroner yang sering diabaikan karena ketidaktahuan. Gejala penyakit jantung ditandai dengan mual, mudah lemas, mudah panik, rasa pusing, dan gelisah. Petunjuk awal penyakit jantung juga ditandai dengan rasa nyeri di dada, sakit dada seperti tertindih, dan sesak napas.

Namun, gejala penyakit jantung berupa disfungsi ereksi dan kebiasaan mendengkur seringkali diabaikan. Justru, banyak orang menganggap bahwa disfungsi ereksi dan kebiasaan mendengkur tidak memiliki hubungan dengan penyakit jantung koroner. Padahal, disfungsi ereksi dan kebiasaan mendengkur waktu tidur adalah gejala penyakit jantung yang tidak boleh diabaikan.

Gejala penyakit jantung koroner

Gejala penyakit jantung koroner

Gejala Penyakit Jantung

Gejala penyakit jantung adalah sinyal, ciri-ciri, atau alarm tubuh yang menandakan adanya gangguan pada jantung. Gejala penyakit jantung adalah indikasi adanya penyakit jantung yang sedang mengintai.

Gejala Penyakit jantung Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan melakukan hubungan seksual secara normal dan sehat. Kondisi disfungsi seksual bisa terjadi karena gangguan pembuluh darah di kelamin pria. Keadaan ini menyebabkan darah tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga alat kelamin pria mengalami kesulitan untuk ereksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfungsi ereksi dapat menjadi sebuah preditor atau potensi gangguan yang akan timbul sesudahnya. Pria dengan disfungsi ereksi kemungkinan besar akan mengalami penyakit jantung tiga tahun berikutnya.

Gejala penyakit jantung koroner gangguan tidur sleep apnea

Gejala penyakit jantung koroner gangguan tidur sleep apnea

Gejala Tanda Penyakit Jantung -Mendengkur

Kebiasaan mendengkur waktu tidur bukanlah sebuah kondisi yang bisa dianggap sepele. Justru kebiasaan mendengkur adalah sebuah petunjuk adanya masalah kesehatan yang harus segera diatasi.

Mendengkur adalah sebuah tanda terjadinya penyempitan saluran napas pada saat tidur. Penyumbatan saluran napas ini dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen. Keadaan ini dapat mengakibatkan sang penderita seolah tercekik pada waktu tidur.

Penurunan kadar oksigen dapat membuat penderitanya sesak, tersedak, dan terbangun singkat. Jika kondisi ini terjadi berulang-ulang, maka orang yang mendengkur menjadi bangun  dalam kondisi fisik tidak segar dan akan mengalami kantuk sepanjang hari.

Gejala penyakit jantung koroner kebiasaan mendengkur

Gejala penyakit jantung koroner kebiasaan mendengkur

Sebuah penelitian tentang pengaruh kebiasaan mendengkur diadakan selama 5 tahun. Selama penelitian ini, para peneliti mengamati 241 pasien yang menjalani prosedur pembukaan penyumbatan arteri jantung. Semua pasien menjalani pemeriksaan tidur untuk merekam aliran udara dan fungsi-fungsi napas pada saat tidur.

Hasilnya? Ternyata, sebanyak 52,3% pasien ditemukan menderita sleep apnea atau kebiasaan mendengkur waktu tidur. Sejumlah 21,4% dari pasien yang mendengkur ternyata mengalami serangan pada pembuluh darah atau otak. Bahkan, resiko kematian bagi pendengkur mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat.

Hasil penelitian yang telah diterbitkan pada the Journal of the American Heart Association Juni 2016 menyingkapkan pengaruh kebiasaan mendengkur dengan penyakit jantung koroner. Gejala tanda-tanda penyakit jantung koroner dapat ditandai dengan sleep apnea atau kebiasaan mendengkur waktu tidur.

Gejala penyakit jantung koroner dan cara mengatasinya

Gejala penyakit jantung koroner dan cara mengatasinya

Solusi Cara Mengatasi Penyakit Jantung Koroner

Jangan biarkan gejala ciri penyakit jantung tanpa penanganan medis yang baik. Dengan mengurangi, menghindari, dan mengatasi gejala tanda-tanda penyakit jantung, maka anda akan mengurangi resiko penyakit jantung koroner.

Cara mengatasi penyakit jantung koroner adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok, menambah asupan makanan buah dan sayuran, dan mengembangkan kebiasaan rutin berolahraga. Cara mengatasi penyakit jantung koroner juga dapat dilakukan dengan menghindari gorengan, menghindari stres, dan menikmati hidup secara sehat. Pengobatan penyakit jantung koroner sebaiknya dilakukan secara komprehensif sehingga gejala, penyebab, dan penyakit jantung koroner juga bisa diatasi dengan cara tepat. (Bertinus Sijabat-www.sahuta.com)

Sumber: health.kompas.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *